Diberdayakan oleh Blogger.

RSS

Kisah Romantis Bergandengan Sampai Mati

"Sampai maut memisahkan kami." Norma and Gordon Yeager membuktikan janji setia mereka yang terucap saat upacara pernikahan suci pada 1939. Setelah 72 tahun membangun hubungan rumah tangga harmonis, mereka menghembuskan napas pada hari yang sama. 

Pekan lalu, keduanya terlibat dalam sebuah kecelakaan fatal. Dengan kondisi tangan masih saling berpegangan, mereka dilarikan ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat. 

Dirawat di ruang intensive care unit (ICU) pegangan tangan mereka tak lepas. Mereka dirawat di dua tempat tidur yang sengaja dirapatkan. Hanya, kondisi mereka tak kunjung membaik. 

Masih memegang tangan Norma, Gordon akhirnya menyerah. Pria itu berhenti bernapas, meski layar monitor jantung masih memperlihatkan grafik kerja jantung. "Pada dasarnya, karena mereka berpegangan tangan, jadi debar jantung pasangannya masih terekam di monitor," kata seorang perawat saat melihat sejumlah keluarga bingung melihat apa yang terjadi. 

Tepat satu jam kemudian, Norma pun menyerah. Ucapan sang perawat terbukti karena monitor tak lagi memperlihatkan grafik detak jantung. "Pasangan ini saling mencintai begitu dalam, sehingga seolah mereka tak ingin terpisah," kata Donna Sheets, putri tertua mereka. 

Keluarga sangat terharu melihat kesetiaan pasangan itu. Mereka memutuskan tak akan melepas pegangan tangan mereka selamanya. Mereka menempatkan jasad Norma dan Gordon dalam satu peti yang sengaja dipesan khusus, sehingga pegangan tangan tak lepas. Setelah kremasi, abu jenazah mereka juga dicampur sebagai simbol cinta abadi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PUTUS ASA.

Harapannya bertemu kekasih tercinta
terhalang pintu rumah sebagai
pembatas.
Pengorbanannya sia-sia dan Robert
pun kembali pergi menuju australia
dengan hasil yang sangat tidak
memuaskan.

1 bulan kemudian.
Ayu tidak bisa dihubungi lagi. Setiap
kali robert menelponnya, setiap kali itu
pula operator berkata bla.. bla.. bla..
Hingga terdengar kabar di dunia maya
dari situs jejaring sosial. "Ayu akan
segera menikah dengan seorang anak
pengusaha"

hati Robert bergemuruh membaca
laporan dinding jejaring sosial itu. Dia
tidak rela. Emosinya pun seakan-akan
langsung meledak. Akal sehat pun
mulai tak terkontrol. Lagi-lagi robert
memutuskan pulang kembali ke
indonesia.
Sesampainya di indonesia, robert
langsung kerumah Ayu.

"oos...my...ghost...!!"
janur kuning tidak lagi lurus. Ayu
tengah bersanding duduk
dipelaminan. Sedangkan Robert,
duduk menangis didepan gerbang.

Sedang asyik menangis, ayah Ayu
datang menghampiri robert.

"kalau kamu mencintai anak saya,
lepaskan dia. Bebaskan dia dari
fikiranmu. Karna itu akan membuat
hidupnya bahagia bersama suaminya.
Kini semuanya sudah terlambat. Yang
harus kamu lakukan hanya itu. Maafkan
om.. Om tidak bisa mengubah semua
ini. Lakukan perintah om.. Untuk orang
yang kamu cintai. Bersikaplah ceria
dihadapannya."

begitulah nasehat dari ayah Ayu yang
membuat Robert berhenti menangis.
Robert berdiri. Dia berjalan menuju
kepalaminan dengan hati yang tak
menentu. Diatas pelaminan, Robert
mengucapkan selamat untuk kedua
mempelai dengan menyembunyikan isi
hati sembil menyelipkan sepucuk surat
kepada Ayu di saat bersalaman.

Robert pun kembali keaustrali dengan
segala kekalahan. Oh tidak. Tapi
dengan segala perjuangan. Dia bukan
kalah. Cuma saja, dia telat bergelut
dengan waktu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS