PUTUS ASA.
Harapannya bertemu kekasih tercinta
terhalang pintu rumah sebagai
pembatas.
Pengorbanannya sia-sia dan Robert
pun kembali pergi menuju australia
dengan hasil yang sangat tidak
memuaskan.
1 bulan kemudian.
Ayu tidak bisa dihubungi lagi. Setiap
kali robert menelponnya, setiap kali itu
pula operator berkata bla.. bla.. bla..
Hingga terdengar kabar di dunia maya
dari situs jejaring sosial. "Ayu akan
segera menikah dengan seorang anak
pengusaha"
hati Robert bergemuruh membaca
laporan dinding jejaring sosial itu. Dia
tidak rela. Emosinya pun seakan-akan
langsung meledak. Akal sehat pun
mulai tak terkontrol. Lagi-lagi robert
memutuskan pulang kembali ke
indonesia.
Sesampainya di indonesia, robert
langsung kerumah Ayu.
"oos...my...ghost...!!"
janur kuning tidak lagi lurus. Ayu
tengah bersanding duduk
dipelaminan. Sedangkan Robert,
duduk menangis didepan gerbang.
Sedang asyik menangis, ayah Ayu
datang menghampiri robert.
"kalau kamu mencintai anak saya,
lepaskan dia. Bebaskan dia dari
fikiranmu. Karna itu akan membuat
hidupnya bahagia bersama suaminya.
Kini semuanya sudah terlambat. Yang
harus kamu lakukan hanya itu. Maafkan
om.. Om tidak bisa mengubah semua
ini. Lakukan perintah om.. Untuk orang
yang kamu cintai. Bersikaplah ceria
dihadapannya."
begitulah nasehat dari ayah Ayu yang
membuat Robert berhenti menangis.
Robert berdiri. Dia berjalan menuju
kepalaminan dengan hati yang tak
menentu. Diatas pelaminan, Robert
mengucapkan selamat untuk kedua
mempelai dengan menyembunyikan isi
hati sembil menyelipkan sepucuk surat
kepada Ayu di saat bersalaman.
Robert pun kembali keaustrali dengan
segala kekalahan. Oh tidak. Tapi
dengan segala perjuangan. Dia bukan
kalah. Cuma saja, dia telat bergelut
dengan waktu.
Harapannya bertemu kekasih tercinta
terhalang pintu rumah sebagai
pembatas.
Pengorbanannya sia-sia dan Robert
pun kembali pergi menuju australia
dengan hasil yang sangat tidak
memuaskan.
1 bulan kemudian.
Ayu tidak bisa dihubungi lagi. Setiap
kali robert menelponnya, setiap kali itu
pula operator berkata bla.. bla.. bla..
Hingga terdengar kabar di dunia maya
dari situs jejaring sosial. "Ayu akan
segera menikah dengan seorang anak
pengusaha"
hati Robert bergemuruh membaca
laporan dinding jejaring sosial itu. Dia
tidak rela. Emosinya pun seakan-akan
langsung meledak. Akal sehat pun
mulai tak terkontrol. Lagi-lagi robert
memutuskan pulang kembali ke
indonesia.
Sesampainya di indonesia, robert
langsung kerumah Ayu.
"oos...my...ghost...!!"
janur kuning tidak lagi lurus. Ayu
tengah bersanding duduk
dipelaminan. Sedangkan Robert,
duduk menangis didepan gerbang.
Sedang asyik menangis, ayah Ayu
datang menghampiri robert.
"kalau kamu mencintai anak saya,
lepaskan dia. Bebaskan dia dari
fikiranmu. Karna itu akan membuat
hidupnya bahagia bersama suaminya.
Kini semuanya sudah terlambat. Yang
harus kamu lakukan hanya itu. Maafkan
om.. Om tidak bisa mengubah semua
ini. Lakukan perintah om.. Untuk orang
yang kamu cintai. Bersikaplah ceria
dihadapannya."
begitulah nasehat dari ayah Ayu yang
membuat Robert berhenti menangis.
Robert berdiri. Dia berjalan menuju
kepalaminan dengan hati yang tak
menentu. Diatas pelaminan, Robert
mengucapkan selamat untuk kedua
mempelai dengan menyembunyikan isi
hati sembil menyelipkan sepucuk surat
kepada Ayu di saat bersalaman.
Robert pun kembali keaustrali dengan
segala kekalahan. Oh tidak. Tapi
dengan segala perjuangan. Dia bukan
kalah. Cuma saja, dia telat bergelut
dengan waktu.









0 komentar:
Posting Komentar